Dinginya Bromo Saat Musim Kemarau

       Pada tanggal 23 September 2017 saya dan teman saya berlibur jalan-jalan ke Bromo dengan naik sepeda motor. Kami mengambil akses melalui Probolinggo, Saya pun bermalam di penginapan daerah kota di Probolinggo. Kami berangkat jam 09.00 dari Gresik dan jam 9.30 berkumpul di surabaya dengan beberapa teman saya. Kami pun berangkat dari surabaya jam 10 siang. Kita pun berkendara santai karena sudah terencana tujuan kita dan penginapan juga sudah booking melalui salah satu aplikasi online di smartphone, Sempat beberapa kali kita berhenti untuk istirahat.

       Jam 14.30 kami sampai dan chekin di homestay untuk beristirahat sejenak, Kami menginap di Hary’s Homstay lokasi homstay sangat dekat dengan jalan raya Probolinggo, memang kami memilih penginapan di tengah-tengah,supaya kami mudah untuk mencari makan dan berjalan-jalan ke daerah kota Probolinggo . Jam 18.30 kami berencana untuk jalan- jalan ke kota untuk mencari makan. Dan akhirnya kami memilih makan di KFC probolinggo karena cukup dekat dengan penginapan kami. Disana kami makan dan merencanakan keberangkatan untuk menuju ke bromo. Setelah kami selesai makan kami berkeliling di kota Probolinggo. Jam 20.30 kami kembali ke penginapan untuk beristirahat.

       Jam menunjukan pukul 02.00 kami pun bersiap-siap untuk menuju puncak bromo mengendarai sepeda motor. 1 jam kami berkendara dengan dinginnya dan sepi jalur menuju puncak bromo. Saat kita berada di pos 1 wisata kami memutuskan untuk sewa jeep. Karena saat diperjalanan hampir teman saya jatuh ke sungai karena memang jalur yang gelap dan kurangnya lampu serta rambu lalulintas. Saat di post 1 kami dikenakan biaya Rp 15.000 per orang untuk masuknta lingkungan wisata. Namun kami akhirnya sewa jeep karena ada kendala saat perjalanan menuju bromo, Sewa jeep saat itu untuk 5 orang yaitu Rp 450.000 untuk ke 4 lokasi di Bromo, Yaitu di seruni point, Kawah Bromo,Bukit Telettubies dan Pasir Berbisik. Jam 03.15 kami berangkat dari pos 1 untuk ke seruni point untuk melihat matahari terbit. Setelah sampai kami jalan sampai ke puncak lokasi dengan cuaca yang memang sangat dingin angin pun berhembus dari segala arah. Memang saat kemarau bromo lebih sangat dingin saat kami di beritau oleh orang penjual sarung tangan disana. Dengan berjalan cukup melelahkan untuk menuju seruni point dari parkiran jeep, Akhirnya kami sampai dan menunggu keindahan sang fajar menunjukan sinarnya. Jam 04.50 pun terlihat cahaya sang fajar yang memang sangat bagus untuk spot foto.

       Setelah cukup puas untuk melihat sunrise kami pun melanjukan ke kawah bromo dengan mengendarai jeep kembali, Untuk masuk ke lokasi bromo per orang dikenakan biaya Rp 28.000. Saat kami sampai di lokasi kami tidak ingin naik karena kami sudah lelah karena menajak ke seruni point dan kami pun disana berfoto dengan background gunung bromo. Meskipun matahari terlihat disana tetap dingin karena angin yang memang berhembus dari segala arah dan menyapu pasir bromo. Kami pun memilih untuk sarapan di warung-warung yang berada di parkiran jeep. Setelah kami makan kami melanjutkan ke Bukit Teletubbies dan Padang rumput savana.

IMG_4240
Bukit Teletubbies dan Padang Rumput Savana

Setelah cukup puas di Bukit Teletubbies kami melanjutkan ke pasir berbisik

        Jam 08.00 kami bergegas untuk kembali ke penginapan untuk mandi istirahat. Jam 9.30 kami sampai di penginapan kami mandi dan istirahat sejenak. Jam 02.00 Kami check out dan melanjutkan perjalanan pulang ke Surabaya. Itulah sedikit cerita jalan-jalan saya di Bromo.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: